Sebelum Yesus dari Nazaret
Dr. Rick Cornish
Kristus sudah ada dalam kekekalan jauh sebelum kelahiranNya sebagai Yesus. Ia menyatakannya kepada orang banyak, “Sesungguhnya sebelum Abraham jadi, aku telah ada” (Yohanes 8:58). Sebuah petunjuk yang jelas merujuk kepada identifikasi diri Yahweh tatkala Musa menanyakan namaNya di dalam Keluaran 3:14.
Keberadaaan Kristus tidak pernah dimulai pada suatu waktu, sebab Ia selalu sudah ada, dan Ia yang mendatangi kita masih sama seperti yang dahulu.Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. ….Firman itu telah menjadi manusia, dan diam diantara kita, dan kita telah melihat kemulianNya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai anak tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran (Yohanes I:1, 14)
Firman yang menjadi Manusia itu merupakan Firman kekal yang tinggal ditengah-tengah kita dan bersama-sama dengan sang Bapa.
Doktrin ini sangat penting sekali. Kekristenan jatuh atau bangkit pada doktrin pra-eksistensi Kristus.
Jika Kristus hanya ada pada saat kelahiran Yesus, Ia berbohong dan tidak kekal, sehingga bukanlah Allah, dan sang Trinitas tidak ada.
Para pemimpin Yahudi memahami pentingnya pengakuan Kristus sebagai “Aku yang kekal”. Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia (Yohanes 8:58-59), hukuman untuk penghujatan. Beberapa baris berikut merupakan bukti yang menguatkan argumen pra-eksistensi Kristus.
- PeranNya pada penciptaan. Kolose 1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
- Sifat IlahiNya. Kolose2:9 Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan,
- PengutusanNya kedalam waktu untuk melaksanakan rencana Penebusan Allah, karena “setelah genap waktunya, maka Allah mengutus AnakNya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepadaHukum Taurat” (Galatia 4: 4-5)
- KemuliaanNya yang sebelumnya bersama-sama dengan sang Bapa, yang kemudian harus menghadapi kematianNya, ketika ia memintanya kembali, “Ya Bapa, permuliakanlahaku padaMu sendiri dengan kemuliaan yang Ku miliki di hadiratMu sebelum dunia ini ada (Yohanes 17:5)
Selain karya Kristus, aktivitas pra-inkarnasiNya meliputi penampakanNya yang berulang kali sebagai Malaikat Tuhan (Kejadian 22:11-18) dan peran khususnya bersama israel dalam Perjanjian Lama, seperti yang disebutkan Paulus sebagai “Batu Karang” pada Keluaran 17: 5-7: “dan mereka semua minum-minuman rohani yang sama dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu itu adalah Kristus” (I Korintus 10:4)
Kesimpulan paling mengejutkan dari prfa-eksistensi Kristus merupakan keunikanNya. Ia dipisahkan dari pemimipin-pemimpin agama lain, berbeda total dari semua mereka. Ia adalah Allah yang kekal, satu dengan sang Bapa, yang secara sukarela memilih memasuki dunia untuk menyatakan sang Bapa: “Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada dipangkuan Bapa, Dialah yang menyatakannNya” (Yohanes 1:18).
Diantara perkataan terakhir Alkitab yang sangat jelas menyatakan pra-eksistensi Kristus, Kristus berkata : “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, yang Awal dan Yang Akhir” (Wahyu 22:13).
Kekristenan bukanlah sekedar salah pilihan dari berbagai jenis kemungkinan.Kita tidak mengikuti pemimpin agama Biasa, pemimpin revolusi sosial, orang yang melakukan muzizat atau guru yang bija, melainkan satu-satunya dan hanya satu Sang Tungal, Yang Kudus. Ia layak menerima pujian kita, kemuliaan dan hormat.
Sumber : 5 Menit Teologi